High fever turned out to be chicken pox (Varicella)..


Dua minggu yang lalu Dede(panggilan sayang anakku) mengalami sakit demam tinggi. 2 hari demamnya tidak mengalami penurunan yang membaik. Bahkan di hari kedua dia sempat menggigil, was-was juga aku melihatnya. Aku hanya berharap semoga itu bukan itu kejang. Karena sudah 2 hari tidak ada penurunan panas dibadannya dan ada bentolan ditangannya, aku pun berinisiatif membawanya ke klinik terdekat. Pemeriksaan pada saat itu dokter memberikan obat penurun panas (paracetamol) dan antibiotik. Namun dokter belum dapat mendiagnosa penyakit dede apakah cacar atau hanya berupa biang keringat.
Kekhawatiranku sedikit berkurang setelah berobat, panas dede sudah mengalami penurunan yang membaik. Namun bentolan(bintik-bintik) di badan semakin banyak.Bintik-bentik itu seperti berair dan semakin banyak bahkan bintik-bintik itu membuatnya gatal-gatal. Duh ! ada-ada saja batinku, baru saja kedokter ada masalah lagi yang muncul. Akhirnya aku cari infomasi di internet. Yup !..ada seorang ibu yang berbagi pengalaman perihal penyakit yang diderita anaknya hampir mirip dengan penyakit yang diderita anakku. Penyakit itu adalah cacar air. Kasian juga aku melihat reaksi akibat penyakitnya itu. Kalau 2 hari yang lalu dia rewel karena demam tingginya setelah menurun dia rewel karena gatal-gatal dibadannya.
Hari ke 4 dia kubawa ke rumah sakit, dan sebagaimana dugaanku memang benar dede mengalami sakit cacar air. Obat untuk diberikan berupa salep acyclovir 5% untuk dioleskan tipis di bintik-bintik pada tubuhnya, kemudian obat puyer untuk menghilangkan rasa gatal beserta antibiotik. Kemudian obat sirup isprinol serta sabun khusus menghilangkan ruam dan antiseptik yang digunakan pada saat mandi. Alhamdulillah..hari demi hari penyakit gatalnya selain hilang juga bintik-bintik dibadannya semakin lama semakin kering dan berkurang. Sekarang sudah 2 minggu berjalan tinggal sedikit bintik-bintik dibadannya yang sudah kering (mungkin sekitar 7-10) tapi tidak apalah ....yang penting dede sudah ceria kembali dan beraktivitas seperti biasanya.....

Within 3 days of illness infecting the eyes of our family !!!...

Penyebaran penyakit mata sangat cepat!!!...Dalam 3 Hari kami sekeluarga terkena tertular sakit mata semua. Diawali putri pertama kami, kemudian putra kedua kami, kemudian pembantukita rumah tangga kami, suamiku, selanjutnya aku dan terakhir ibuku....wawwww. Penyebaran virus penyakit mata tergolong sangat cepat!!!!. dan penyembuhannya pun paling cepat 3 hari.  Penyebabnya bisa melalui udara akibat perubahan iklim panas ke hujan, melalui bersentuhan dengan penderita sakit mata kemudian kita langsung menggosokkan mata, memakai bekas yang digunakan penderita sakit mata seperti bantal, dll. Upaya mencegah tertular dari sakit mata adalah sering mencuci tangan dengan pembersih sehabis bersentuhan dengan penderita sakit  mata sementara tidak berhubungan dulu dengan penderita sakit mata. Namun dalam satu keluarga untuk melakukan hal tersebut agak sulit mengingat tinggal dalam satu rumah. Upaya untuk mengobati sakit mata tersebut adalah dengan menggunakan air rebusan daun sirih diteteskln ke mata, atau obat tetes mata yang dijual diapotik, tentunya untuk anak dibawah 2 tahun ada baiknya dikonsultasikan ke dokter anak setempat mengingat akibat tetes mata di mata agak perih.

Amaging smile of Baby

Sejak ada putera ke 2 kami (3 bulan) menjadi hal yang menarik dan berbeda. Pelengkap setelah puteripertama kami.  LIVE IS WONDERFULL. Magical from Senyuman seorang bayi...Senyuman yang mampu menghilangkan lelah, penat, setelah perjalanan dan seharian bekerja, Senyuman yang mampu mengingatkan aku untuk lebih mendekatkan diri pada Allah..Pencipta Langit dan Bumi...Yang mempunyai sifat segala kebaikan untuk selalu bersujud, berdoa dan berikhtiar. Senyuman yang mampu membuatku tetap tersenyum, ceria, tertawa. Senyuman yang membangkitkan aku untuk berolahraga, steam sauna agar selalu menjaga kondisi badan dan selalu sehat. Senyuman yang membuatku selalu tetap bangkit dan bersemangat dalam menjalani kehidupan, Senyuman yang mengingatkanku untuk selalu bersyukur. Tangisan yang kerasnya membuatku tergesa-gesa membuatkan minuman susu untuknya, disaat tertidur dan mengantuk menjadi terbangun, mengingatkan aku bahwa hidup ini penuh perjuangan dan saling bekerjasama, saling berbagi, tetap bersatu dan memberikan kasih sayang. Terima Kasih kepada Allah.................atas karunia yang telah Engkau Berikan....

Treatment of Bell's Palsy for your kid

Bagi anda yang sering bepergian menggunakan motor ada baiknya anda menggunakan helm apalagi dalam jarak jauh dan situasinya dimalam hari. Mungkin tidak akan menjadi masalah jika kondisi badan anda sedang sehat, namun pada kondisi badan anda kurang sehat atau stamina sedang turun maka Bell’s Palsy akan mengintai anda. Bell's palsy adalah penyakit yang menyerang saraf wajah yang menyebabkan kelumpuhan pada otot wajah disalah satu sisi. Apakah sisi pipi kanan atau kiri. Sir Charles Bell merupakan dokter dari abad 19 yang pertama kali menggambarkan kondisi penyakit Bell Palsy. Kelumpuhan pada otot wajah ini ditandai dengan susahnya menggerakkan otot wajah dibagian yang terserang, seperti mata tidak bisa menutup, bibir penyok/mencong pada salah satu sisi. Beberapa para ahli mengatakan penyebabnya adalah karena terpapar angin dingin disalah satu sisi wajah secara terus menerus, ada juga yang menyatakan hal itu disebabkan oleh virus herpes yang menetap pada tubuh. Mereka yang terkena angin secara terus menerus berpotensi terkena Bell’s Palsy seperti pekerja kantor dan orang tidur yang tertepa angin langsung dari AC/Kipas angin, Pengguna motor yang tidak menggunakan helm penutup wajah untuk mencegah angin mengenai wajah. .Sebenarnya AC atau kipas angin tidak perlu dikhawatirkan jika angin tersebut di sebarkan secara merata namun jika angin itu hanya dipusatkan satu arah terutama ke wajah bisa menimbulkan penyakit. Bell Palsy terjadi secara tiba-tiba dan tidak hanya pada pria wanita segala usia baik itu dewasa maupun anak-anak.Siska berusia 3 tahun. Terkadang hari libur bersama kedua orangtuanya berpergian menggunakan motor. Pada suatu ketika kondisi siska sedang sakit pada pencernaannya, dokter ahli yang menanganinya praktek di Rumah Sakit yang cukup jauh dari tempat tinggalnya, Jam prakteknyapun pada malam hari. Pada saat berobat siska duduk paling depan dengan memakai helm. Namun dalam perjalanan dia merasakan gerah dan gatal dikepalanya dan tidak mau menggunakan helm. Dalam sebulan dia sudah berobat 3 kali. Namun setelah itu dia mulai keluahan telinga sakit, badannya panas kemudian setelah itu terjadi kelopak mata sebelah kirinya tidak bisa menutup sempurna , kemudian bibirnya mencong ke kanan. Bentuk wajah itu terlihat jelas apabila dia tersenyum, tertawa ataupun menangis. Pada saat tidur kelopak mata sebelah kirinya tidak dapat menutup sempurna. Wajahnya yang biasa terlihat cantik apabila tersenyum, menjadi kelihatan sedikit tidak enak dilihat/aneh. Sejak itu siska mulai tidak imagepercaya diri dalam bergaul, disebabkan malu bertemu dengan teman-temanya. Dokter ahli syaraf anak yang menanganinya mengatakan siska terkena penyakit Bell’s Palsy dimana hal terjadi karena kelumpuhan syaraf di sisi kirinya. Penyebabnya virus herpes yang ada disekitar lingkungan bisa jadi karena terpaan angin yang langsung mengenai wajahnya. Dokter mengingatkan Bell’s Palsy 80% dapat disembuhkan apalagi jika pemberiannya sedini mungkin. Pengobatannya dibutuhkan paling lama 3 bulan. Perawatannyapun membutuhkan kesabaran. Pada minggu pertama siska diberikan obat antivirus untuk mempercepat proses penyembuhan. Efek dari obat tersebut pipinya sedikit membengkak namun tidak ada efek negative pengaruhnya. Begitupun pada minggu-minggu selanjutnya terus diberikan obat anti virus sambil terus dimonitor. Setelah hampir sebulan lebih bentuk wajahnya masih belum membaik maka siska di sarankan ke dokter fisioterapi. Sisi wajah yang lumpuh diberikan sinar menggunakan pemeriksaan elektromiografi (EMG) dan wajahnya diberikan alat kejut listrik frekuensi kecil untuk mempercepat proses penyembuhan. Siska hanya melakukan 1 kali fisioterapi dikarenakan rasa takut. Pengobatan dilanjutkan dirumah selain dengan obat anti virus juga dengan terapi message wajah dengan menggunakan air hangat. Setiap hari 2-3 kali sehari kedua orangtuanya dengan penuh kesabaran memberikan terapi message wajah pada anaknya. Setelah sebulan dilakukan terapi massage, kelumpuhan diwajahnya sudah mulai membaik. Kelopak matanya sebelah kirinya mulai dapat menutup dan mulutnya sudah tidak lagi mencong ke kanan. Kini wajah siska mulai kembali seperti semula terlihat cantik dan lebih percaya diri bergaul dengan teman-teman seusianya. Untuk itu bagi pengendara motor sebaiknya menggunakan helm penutup wajah secara dengan kaca yang dibiarkan tertutup. Begitupun anda pengguna AC maupun kipas angin harus memutar AC/kipas anginnya secara merata tidak hanya pada salah satu tempat saja apalagi langsung terkena wajah.

Untuk lebih jauh perihal bell’s palsy anda dapat mengunjungi salah satu web dibawah ini

http://wwww.bellspalsy.net/

Treatment of jaundice babies

Sakit kuning atau dalam istilah kedokteran adalah jaundice/Ikterik. Disebut kuning karena terlihatnya kuning pada kulit dan putih mata. Sedangkan ikterus adalah suatu keadaan dimana tingginya kadar bilirubin dalam darah. Bilirubin adalah pigmen kuning yang dibuat dalam tubuh selama daur ulang normal dari sel-sel darah merah tua. Diketahui bahwa pada minggu pertama setelah kelahiran, 60% bayi yang lahir cukup bulan dan 80% bayi lahir belum cukup bulan, akan memperoleh warna kuning (jaundice).


Sebagaimana yang terjadi dengan Bima putra ke 2 kami dimana dilahirkan dengan operasi sesar. Pada hari ke 3 setelah kelahiran, dokter mengambil melakukan tes darah untuk dicek dilaboratorium dan hasilnya didapat tingkat bilirubin ±14,5mg. Adapun kadar bilirubin tidak melebihi 15mg% bagi bayi cukup bulan sedangkan bagi bayi yang lahir kurang bulan tdk lebih 10mg%. Dari hasil itulah Dokter menyatakan bima menderita sakit kuning. Ada beberapa penyebab terjadinya sakit kuning diantaranya adalah karena adanya infeksi virus yang terjadi karena adanya penghancuran butir darah merah dan pengrusakan fungsi hati pada bayi yang baru lahir, selain itu karena ketidakcocokan darah bayi dan ibu. Hal ini terjadi karena 1. ibu yang berdarah Rh- sedang bayinya berdarah Rh+ dan ibu yang golongan darahnya O, sedangkan bayinya golongan darah A atau B. Contohnya saya mempunyai golongan darah AB- sedangkan Bima putra kami memiliki golongan darah B+. Hal itulah yang menyebabkan Bima terkena sakit kuning. Untuk mengurangi kadar bilirubin, bima menjalani terapi cahaya ultraviolet (fototerapi). , dimana kulit bayi disinari dengan cahaya lampu biru khusus digunakan pada bayi dengan tingkat yang sangat tinggi. Lampu ini bekerja untuk membantu memecahkan bilirubin dalam kulit. Bima dimasukan kedalam tabung bayi dan diletakkan telanjang di bawah cahaya lampu biru dilindungi untuk menjaga suhu konstan. Matanya ditutup dengan kain yang diikatkan dengan karet (dapat dibeli diapotik) gunanya untuk melindungi dari cahaya. Terapi dilakukan selama 1x24 jam dan hasilnya kadar bilirubin bima berkurang menjadi ±12,5mg. Karena kadar bilirubin bima masih diatas 10mg, dokter menyarankan bima menjalani terapi kembali mengingat risiko berkembangnya kembali kadar bilirubin sebelum kami meninggalkan rumah sakit. Ikterus dapat membahayakan jiwa, karena kadar bilirubin darah yang meningkat akan meracuni otak, contohnya akan menimbulkan kejang. Setelah menjalani perawatan hari ke 2, kadar bilirubin bima telah menurun menjadi ±10mg. Walaupun kami telah diperbolehkan pulang, kami tetap harus memonitor perkembangan warna kulit kuning bima. Pada umumnya ikterus akan hilang pada hari ke 10 atau hanya terjadi paling lama 2 minggu, namun apabila lebih dari 2 minggu masih terjadi ihterus atau kadar bilirubinnya meningkat, maka hal ini harus dikonsultasikan kembali ke dokter. Perawatan yang kami lakukan selama dirumah yaitu setiap pagi dijemur saat sinar matahari belum tinggi intensitasnya, yaitu selama 15 sd 30 menit. Selain itu sering memberikan ASI ataupun susu, setidaknya paling lama 3 jam. Setiap hari kami melakukan pengawasan terhadap kondisi kesehatan Bima sampai kondisinya membaik.

 
Home | Gallery | Tutorials | Freebies | About Us | Contact Us

Copyright © 2009 Mother and Kid |Designed by Templatemo |Converted to blogger by BloggerThemes.Net

Usage Rights

DesignBlog BloggerTheme comes under a Creative Commons License.This template is free of charge to create a personal blog.You can make changes to the templates to suit your needs.But You must keep the footer links Intact.