Bagi anda yang sering bepergian menggunakan motor ada baiknya anda menggunakan helm apalagi dalam jarak jauh dan situasinya dimalam hari. Mungkin tidak akan menjadi masalah jika kondisi badan anda sedang sehat, namun pada kondisi badan anda kurang sehat atau stamina sedang turun maka Bell’s Palsy akan mengintai anda. Bell's palsy adalah penyakit yang menyerang saraf wajah yang menyebabkan kelumpuhan pada otot wajah disalah satu sisi. Apakah sisi pipi kanan atau kiri. Sir Charles Bell merupakan dokter dari abad 19 yang pertama kali menggambarkan kondisi penyakit Bell Palsy. Kelumpuhan pada otot wajah ini ditandai dengan susahnya menggerakkan otot wajah dibagian yang terserang, seperti mata tidak bisa menutup, bibir penyok/mencong pada salah satu sisi. Beberapa para ahli mengatakan penyebabnya adalah karena terpapar angin dingin disalah satu sisi wajah secara terus menerus, ada juga yang menyatakan hal itu disebabkan oleh virus herpes yang menetap pada tubuh. Mereka yang terkena angin secara terus menerus berpotensi terkena Bell’s Palsy seperti pekerja kantor dan orang tidur yang tertepa angin langsung dari AC/Kipas angin, Pengguna motor yang tidak menggunakan helm penutup wajah untuk mencegah angin mengenai wajah. .Sebenarnya AC atau kipas angin tidak perlu dikhawatirkan jika angin tersebut di sebarkan secara merata namun jika angin itu hanya dipusatkan satu arah terutama ke wajah bisa menimbulkan penyakit. Bell Palsy terjadi secara tiba-tiba dan tidak hanya pada pria wanita segala usia baik itu dewasa maupun anak-anak.Siska berusia 3 tahun. Terkadang hari libur bersama kedua orangtuanya berpergian menggunakan motor. Pada suatu ketika kondisi siska sedang sakit pada pencernaannya, dokter ahli yang menanganinya praktek di Rumah Sakit yang cukup jauh dari tempat tinggalnya, Jam prakteknyapun pada malam hari. Pada saat berobat siska duduk paling depan dengan memakai helm. Namun dalam perjalanan dia merasakan gerah dan gatal dikepalanya dan tidak mau menggunakan helm. Dalam sebulan dia sudah berobat 3 kali. Namun setelah itu dia mulai keluahan telinga sakit, badannya panas kemudian setelah itu terjadi kelopak mata sebelah kirinya tidak bisa menutup sempurna , kemudian bibirnya mencong ke kanan. Bentuk wajah itu terlihat jelas apabila dia tersenyum, tertawa ataupun menangis. Pada saat tidur kelopak mata sebelah kirinya tidak dapat menutup sempurna. Wajahnya yang biasa terlihat cantik apabila tersenyum, menjadi kelihatan sedikit tidak enak dilihat/aneh. Sejak itu siska mulai tidak percaya diri dalam bergaul, disebabkan malu bertemu dengan teman-temanya. Dokter ahli syaraf anak yang menanganinya mengatakan siska terkena penyakit Bell’s Palsy dimana hal terjadi karena kelumpuhan syaraf di sisi kirinya. Penyebabnya virus herpes yang ada disekitar lingkungan bisa jadi karena terpaan angin yang langsung mengenai wajahnya. Dokter mengingatkan Bell’s Palsy 80% dapat disembuhkan apalagi jika pemberiannya sedini mungkin. Pengobatannya dibutuhkan paling lama 3 bulan. Perawatannyapun membutuhkan kesabaran. Pada minggu pertama siska diberikan obat antivirus untuk mempercepat proses penyembuhan. Efek dari obat tersebut pipinya sedikit membengkak namun tidak ada efek negative pengaruhnya. Begitupun pada minggu-minggu selanjutnya terus diberikan obat anti virus sambil terus dimonitor. Setelah hampir sebulan lebih bentuk wajahnya masih belum membaik maka siska di sarankan ke dokter fisioterapi. Sisi wajah yang lumpuh diberikan sinar menggunakan pemeriksaan elektromiografi (EMG) dan wajahnya diberikan alat kejut listrik frekuensi kecil untuk mempercepat proses penyembuhan. Siska hanya melakukan 1 kali fisioterapi dikarenakan rasa takut. Pengobatan dilanjutkan dirumah selain dengan obat anti virus juga dengan terapi message wajah dengan menggunakan air hangat. Setiap hari 2-3 kali sehari kedua orangtuanya dengan penuh kesabaran memberikan terapi message wajah pada anaknya. Setelah sebulan dilakukan terapi massage, kelumpuhan diwajahnya sudah mulai membaik. Kelopak matanya sebelah kirinya mulai dapat menutup dan mulutnya sudah tidak lagi mencong ke kanan. Kini wajah siska mulai kembali seperti semula terlihat cantik dan lebih percaya diri bergaul dengan teman-teman seusianya. Untuk itu bagi pengendara motor sebaiknya menggunakan helm penutup wajah secara dengan kaca yang dibiarkan tertutup. Begitupun anda pengguna AC maupun kipas angin harus memutar AC/kipas anginnya secara merata tidak hanya pada salah satu tempat saja apalagi langsung terkena wajah.
Untuk lebih jauh perihal bell’s palsy anda dapat mengunjungi salah satu web dibawah ini

0 comments:
Post a Comment